Showing posts with label SEHAT. Show all posts
Showing posts with label SEHAT. Show all posts

20 September 2014

FAKTA ATAU NYATA ?! | TERLALU BANYAK TERTAWA MEMBUAT DAYA INGAT TIDAK TAJAM

SELANCAR.COM - Fakta Atau Nyata !!! TERTAWA MEMBUAT DAYA INGAT TIDAK TAJAM.


Banyak yang bilang kalau tertawa itu membuat kita menjadi gembira, membuat pikiran kita menjadi happy, dan hidup penuh dengan keceriaan. Gimana coba rasanya jika tuhan menciptkan manusia yang tidak bisa tertawa. tentu hidup ini menjadi kosong, tidak ada keceriaan yang terpancar dan bisa dibagi. Selain tertawa merupakan hal yang menyenangkan tertawa juga mampu mengurangi tingkat stress yang kita alami.

Makanya banyak yang bilang, kalau tertawa itu obatnya stress.Dan makanya pula, seperti kita lihat sekarang ini, banyak tontonan yang hanya menyajikan hiburan spesial hanya untuk membuat kita tertawa.

Memang secara medis, tertawa itu memberikan effek nyaman pada diri kita, sejenak dapat menghilangkan beban-beban berat dalam hidup kita. memberikan rasa bahagia dan tentunya berdampak positif bagi orang orang di sekitar kita.

Columbia, Penelitian membuktikan, daya ingat mengalami penurunan saat seseorang terlalu banyak tertawa atau berada dalam suasana hati yang gembira.

Fenomena ini dapat menjelaskan mengapa orang menjadi agak pelupa saat berada dalam sebuah pesta. Misalnya ketika bertukar nomor telepon dengan rekan lama dalam sebuah acara yang penuh canda tawa, jika tidak dicatat seringkali akan langsung lupa begitu sampai di rumah.

Lain halnya saat seorang guru matematika yang galak menyuruh siswanya menghafal hitung-hutingan perkalian. Suasana hening yang menegangkan kadang-kadang justru membuat ingatan lebih tajam sehingga lebih mudah menghafal perkalian 1 sampai 100.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Elizabeth Martin dari University of Missouri menunjukkan, emosi positif misalnya gembira dan senang justru mengurangi kemampuan mengingat untuk sesaat. 

Meski begitu, emosi negatif juga tidak serta merta meningkatkan daya ingat. Dalam eksperimen yang dilakukannya, Dr Martin melibatkan sejumlah relawan yang dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok dipertontonkan beberapa video lucu, sedangkan kelompok yang lain dipertontonkan video tutorial pemasangan ubin yang pastinya membosankan. Usai menonton video, seluruh pastisipan menjalani serangkaian tes untuk mengukur daya ingat.

Tes itu berupa sederet angka yang diberikan secara lisan melalui earphone, lalu partisipan diminta menyebutkan beberapa angka dalam deret tersebut. 

Dibandingkan partisipan yang menonton video tutorial pemasangan ubin, partisipan yang menonton video lucu lebih banyak melakukan kesalahan. Perbedaannya cukup signifikan sehingga Dr Martin menyimpulkan bahwa emosi positif bisa mengurangi daya ingat.

"Namun emosi positif juga tidak selamanya buruk. Meski daya ingat menurun, seseorang yang memiliki emosi positif biasanya justru memiliki problem solving (kemampuan memecahkan masalah) yang lebih kreatif," ungkap Dr Martin dalam laporannya di jurnal Cognition and Emotion, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

jadi  tertawa lah secukupnya ya pemirsa, jangan berlebihan, karena sesuatu yang berlebihan "ENAK" Hhehehehehhe - selancar.com
Read More...

17 September 2014

KASIAT PECANDU KOPI UNTUK PEKERJA PROFESI

SELANCAR.COM - Berdasarkan penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk, dikatakan bahwa para jurnalis adalah kalangan pekerja yang paling banyak menenggak kopi dibandingkan dengan profesi lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh sebuah badan kesehatan di Inggris ini menemukan bahwa para jurnalis setidaknya mengonsumsi kopi 5 cangkir dalam sehari. Sementara posisi kedua ditempati oleh para polisi.

"Kandungan kafein di dalam kopi dapat meningkatkan tingkat kefokusan dan kesadaran Anda. Sementara profesi sebagai jurnalis sendiri menuntut Anda untuk selalu bekerja dengan cepat, tepat, serta akurat. Untuk itulah kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan.



Dan kopi sendiri bisa menjadi jawabannya," tulis penelitian ini. "Namun hal yang perlu diingat adalah sesuatu yang berlebihan tidaklah baik untuk tubuh. Termasuk dengan kecanduan kopi dan kafein. Kafein berlebih yang masuk dalam tubuh bisa membuat jantung serta pikiran Anda menjadi tidak rileks. 

Akibatnya tubuh tidak memiliki waktu istirahat yang memadai. Sehingga bisa ditebak, tubuh Anda akan kelelahan," jelas Peter Rogers, profesor psikologi biologi di Bristol University.

Untuk itulah jika Anda seorang jurnalis yang kemudian kecanduan kopi, cobalah untuk menguranginya. Ganti asupan kopi Anda dengan secangkir teh yang lebih rendah kandungan kafeinnya dan tentu saja lebih sehat. Di lansir "merdeka.com" - seelancar.com
Read More...

16 September 2014

4 MITOS POPULER SAAT INI SERING DI PERBINCANGKAN TENTANG PENIS. STOP!!

SELANCAR.COM - Sebagai organ intim dan organ seksual pada pria, penis seharusnya sudah bukan hal yang asing. Meski begitu, masih saja banyak mitos yang beredar seputar organ ini.



Beberapa di antaranya sama sekali salah dan tak terbukti, namun tetap populer di masyarakat. Berikut adalah beberapa mitos paling populer tentang penis yang keliru dan fakta yang sesungguhnya di balik mitos tersebut, seperti dilansir oleh Women's Health Magz (23/05).

1. Ukuran kaki - bisa prediksi ukuran penis Ini bukan fakta dan sama sekali tak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikannya. Banyak penelitian yang telah melakukan pengamatan dan perbandingan antara ukuran penis dengan ras, tinggi badan, otot, dan ukuran kaki, tangan, bahkan pantat. Namun tak ada satu pun yang bisa membuktikan kaitan antara bagian tersebut dengan penis.

2. Penis - tak bisa patah karena tak memiliki tulang Memang benar penis tak memiliki tulang. Namun di dalam penis ada bagian yang disebut corpora cavernosa, yaitu jaringan yang menyuplai darah dan melindungi penis. Bagian ini bisa patah. Jika Anda memperlakukan penis dengan tidak hati-hati, memang tak ada tulang yang patah, namun bisa terjadi kerusakan pada struktur tersebut, dan ini hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Penyebab patah, ini biasanya adalah posisi 'women on top' yang dilakukan dengan tak hati-hati.

3. Ada pil, krim, - dan cara untuk membuat penis lebih besar Tak ada pil, krim, operasi, atau alat apapun yang bisa membuat penis menjadi lebih besar secara instan. Namun beberapa kebiasaan yang sehat bisa membuat penis berfungsi dengan optimal saat berhubungan seksual. Misalkan adalah berhenti merokok, mengonsumsi makanan yang rendah kolesterol, dan berolahraga.


4. Tetap 'tegang' - setelah seks berarti pria ingin bercinta lagi Tak selalu. Ini hanya mitos belaka. Beberapa pria bisa tetap ereksi meski mereka sudah mengalami ejakulasi. Berapa lama seseorang tetap ereksi setelah ejakulasi berbeda-beda bergantung pada kualitas aliran darahnya, tingkat rangsangan yang dirasakan, dan apakah dia menggunakan pil biru viagra. Itulah beberapa mitos paling populer yang masih dipercaya oleh banyak orang mengenai penis. Mitos-mitos tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat dan sebaiknya tak Anda percayai mulai saat ini.

Dikutip "merdeka.com" - selancar.com
Read More...

TERNYATA SAKIT GIGI DAPAT MENGINDIKASIKAN ADANYA SERANGAN JANTUNG

SELANCAR.C0M - Semua orang yang pernah sakit gigi tentu tahu betapa menyakitkan dan tak nyamannya sakit gigi. Namun sakit gigi yang menyakitkan tersebut ternyata bisa berkaitan dengan penyakit lain yang lebih berbahaya. Jika sakit gigi yang sering dialami tak segera sembuh meski sudah diperiksakan ke dokter gigi, waspadalah. Para ahli mengungkap bahwa sakit gigi juga bisa menjadi pertanda dari penyakit lain yaitu kelainan jantung heart spasm atau biasa disebut dengan Angina Pectoris.

Kelainan jantung ini disebabkan oleh kurangnya oksigen dalam darah yang menuju ke jantung. Biasanya dipicu oleh menyempitnya pembuluh darah arteri ke jantung. Angina Pectoris bisa menyebabkan rasa sakit pada bagian kiri rahang. Inilah yang seringkali disalahartikan sebagai sakit gigi, seperti dilansir oleh Health Me Up (10/09).

Banyak orang yang mengalami kelainan jantung Angina Pectoris ini dan mengalami sakit pada rahang bawah sebagai gejalanya. Tanpa berpikir panjang mereka mengira itu hanya sakit gigi biasa, padahal sebenarnya itu adalah penyakit jantung yang bisa mengindikasikan adanya serangan jantung. Para ahli kesehatan baru-baru ini juga mengkhawatirkan adanya bakteri dalam mulut yang bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan stroke serta serangan jantung.



Rasa sakit yang menyertainya biasanya berasal dari gigi atau rahang bagian bawah, atau bahkan bisa terasa seperti sakit telinga. Selain itu, bakteri dari mulut juga bisa masuk ke pembuluh darah kemudian menempel pada lemak dan berkumpul pada pembuluh darah arteri. Lama-kelamaan bakteri dan lemak tersebut akan menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung atau serangan jantung. Meski begitu, tak semua sakit gigi mengindikasikan penyakit jantung. Hal ini perlu diwaspadai oleh orang yang pernah memiliki riwayat penyakit jantung dan bermasalah dengan jantungnya.

Jika sakit gigi yang dirasakan bersamaan dengan kepala yang terasa ringan dan keringat dingin, pasien sebaiknya segera memeriksakan diri. Serangan jantung juga biasanya memunculkan gejala seperti sakit pada tenggorokan, rahang bawah bagian kiri atau kanan, gigi, telinga, dan sakit pada dada - selancar.com
Read More...

14 September 2014

Tubuh merespon rasa sakit, Ini akibatnya

SELANCAR.COM - Ketika mengalami rasa sakit, tubuh akan merespon dengan refleks yang cepat. Sistem saraf dalam tubuh memang bisa merespon rasa sakit dengan kecepatan yang tinggi. Reaksi cepat ini tentunya penting bagi manusia, untuk mencegah luka yang lebih parah.

Namun tahukah Anda bahwa dalam kecepatan refleks tersebut, tubuh manusia sebenarnya melakukan proses yang sangat rumit dan hebat. Inilah proses yang terjadi dalam tubuh ketika merespon rasa sakit, seperti dilansir oleh Men's Heath (09/09).

1. Keseimbangan yang hilang
Sel saraf memiliki keseimbangan yang baik antara sodium, potasium, dan kalsium. Ketika terkena sesuatu yang menyakitkan, misalkan ketika menyentuh api, keseimbangan tersebut akan hilang. Sodium mulai melewati membran sel dan ketika sudah banyak sodium yang masuk ke sel, sel saraf mulai mengeluarkan sinyal elektrik.

2. Sinyal elektrik keluar
Serat saraf yang berbeda akan membawa jenis rasa sakit yang berbeda, misalkan rasa sakit secara mekanik, kimia, atau suhu (panas). Sinyal elektrik yang dikeluarkan oleh sel saraf akan dibawa oleh serat saraf yang berbeda untuk keluar menuju sumsum tulang belakang.

3. Pusat saraf
Semua sinyal rasa sakit akan mencapai sumsum tulang belakang. Salah satu yang berasal dari daerah yang terkena rasa sakit akan masuk ke bagian tengah yang terdapat pada bagian bawah leher Anda, di tempat kelima atau ketujuh dari tulang belakang..

4. Proses pengolahan sakit
Setelah melewati sumsum tulang belakang, sinyal akan menyentuh bagian otak penerima sinyal, yaitu thalamus. Untuk sakit yang disebabkan oleh panas atau api, perjalanan ini hanya membutuhkan waktu 0,01 detik. Waktu tersebut sebenarnya cukup pelan karena zat kimia yang bekerja dalam serat saraf bekerja 10 kali lebih cepat dari itu. Selanjutnya, thalamus akan memicu gerakan refleks pada tubuh dan mengirimkan interpretasi rasa sakit pada cerebral cortex.

5. Tubuh bereaksi
Setelah sampai pada cerebral cortex, tubuh akan merespon dengan menghindari sumber rasa sakit.

Itulah proses yang terjadi pada tubuh ketika merasakan sakit. Tubuh Anda memiliki mekanisme yang hebat untuk merespon rasa sakit dengan cepat dan menghindarinya untuk menyelamatkan diri. Repost Merdeka.com


Read More...

11 September 2014

Hindarin Penyakit Kronis, berjalan Kaki selama 30 Menit Jawabanya


SELANCAR.COM - Berjalan kaki menjadi aktivitas fisik yang sering Anda lakukan setiap hari. Namun tahukah Anda bahwa aktivitas sederhana ini bisa memberikan dampak luar biasa untuk kesehatan Anda? Bahkan banyak ahli kesehatan yang mengatakan bahwa jalan kaki bisa menjadi obat mujarab bagi tubuh.


Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, jalan kaki ampuh untuk mencegah obesitas dan diabetes. Jalan kaki juga mampu meredakan depresi, stres, meningkatkan sistem metabolisme tubuh, dan bahkan mengurangi kemungkinan patah tulang pinggul hingga 40%.



"Perubahan fisik yang Anda lakukan karena Anda jalan kaki mungkin tidak akan langsung terlihat hasilnya. Namun jika Anda melakukannya secara teratur, jalan kaki yang Anda lakukan hanya setengah jam sehari mampu mengurangi semua penyakit kronis dan penuaan dini," ujar Dr James Brown dari the School of Life and Health Sciences di Aston University.



Dia menekankan bahwa ketika tubuh Anda tidak terlatih untuk melakukan aktivitas fisik, maka tubuh Anda diibaratkan dengan mesin yang berkarat. Akibatnya tubuh menjadi cepat lelah dan tidak mampu berfungsi dengan baik. "Dan tanpa Anda sadari, penurunan fisik ini mampu membawa penurunan kesehatan mental Anda pula," tambahnya, dikutip "merdeka.com" - SELANCAR.COM
Read More...