SELANCAR.COM - Wabah Ebola telah memusingkan Amerika Serikat dan mungkin punya skala kengerian sama dengan kelompok Negara Islam untuk Irak dan Syam (ISIS). Virus ini telah merenggut 2.461 jiwa dan menjangkiti hampir lima ribuan orang.
Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama telah mengumumkan bakal memberi bantuan medis hingga militer demi mengatasi penyebaran Ebola, demikian dilansir surat kabar the Washington Post (16/9).
Jumlah perwira militer bakal dikirimkan mencapai 3.000 orang. Obama juga menjanjikan bakal membangun 17 pusat pengobatan Ebola, serta menyumbang 1.700 tempat tidur bagi pasien.
Obama bukan satu-satunya bergerak membantu Afrika Barat memerangi Ebola. China menurunkan sekitar 115 dokter terbaiknya, termasuk perawat, dan ahli epidemologi. "Kebutuhan mendesak yakni staf medis. Mereka (China) terdorong secara moral untuk membantu," ujar Dr Margaret Chan, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Nantinya juga akan bergabung Palang Merah Internasional dan Lembaga Bulan Sabit Merah Internasional. Bulan Sabit Merah bahkan telah membuka 60 pusat perawatan di Kota Kenema, Sierra Leone, salah satu wilayah yang paling buruk terkena hantaman Ebola.
Meski ancaman meningkat namun WHO meyakini ada beberapa wilayah yang bisa pulih dari virus mematikan ini.
Mereka juga akan mendirikan pusat kesehatan di Nigeria dan Senegal yang penyebarannya belum terlalu parah namun perlu ada pencegahan cepat. Sementara Chan memusatkan penekanan virus di dua wilayah lagi yakni Freetown, Sierra Leone, dan Kota Conakry, Guinea.
Jika pasukan Amerika memang benar dikirim, mereka harus waspada. Lantaran ini penyakit lokal banyak dari pendatang justru lebih cepat terjangkit. Obama harus bersiap kehilangan seluruh prajuritnya jika Ebola makin mengganas dan bergulir seperti bola panas. - Selancar.com
